Senin, 10 Oktober 2011

Calisto Part I


Calisto
                                                O
L
E
H
         :
AGNES LARASATI




                                                1
HANTU GADIS KECIL DI KEBUN BUNGA
Aku terbangun dari tidur panjangku,,dan saat aku terbangun kini kusadari bahwa sesuatu hal telah terjadi dalam kehidupanku ‘’Entah apa itu??”Aku pun masih bertanya-tanya pada diriku sendiri.Kini dalam kehidupan ku malam terasa sangat panjang dan siang pun berjalan dengan sangat cepat.Bahkan kini siang hari dan hangatnya keramahan matahari tak pernah ku rasakan lagi.Aku selalu terbangun disaat malam dan tertidur disiang hari.Terkadang aku mulai berpikir mungkin  aku dan keluargaku selalu terjebak dalam hari yang sama.Udara malam yang dingin menusuk kedalam tulang-tulangku,,ku telusuri jalan setapak yang menuju kekebun bunga dibelakang rumahku yang kini tak terawat lagi.Kurasakan ada sesuatu yang mengikutiku dari belakang,,bulu kudu seakan mulai merasakan sesuatu yang asing.”Hantu………apakah ada hantu disini?!!”hatiku semakin bertanya.Malam semakin dingin,,terus kutelusuri malam hingga akhirnya aku tiba di kolam ikan yang sudah keruh airnya.Ku pandangi kolam itu dan aku merasa tubuhku tertarik kedalam dasar kolam.Ku lihat ada bayangan gadis kecil didasar kolam tersenyum kearahku.”Hantuuuuuuu…………..”teriakku,,bergegas aku meninggalkan kebun bunga itu.
        Dengan napas terengah-engah aku terus berlali.”Mei…..apa yang kau lakukan malam-malam begini “tanya Grace,”Aku….aku tidak sedang apa-apa,,aku hanya mencari udara segar”jawab ku dengan napas terengah-engah,”Tapi kau seperti habis melihat hantu,,apa yang kau lihat tadi Mei..?,,ceritakan padaku”,,,”Aku melihat hantu gadis kecil di kolam kebun bunga”…”Benarkah…..??Baiklah sekarang masuklah kerumah dan istirahatlah,,aku akan bicara dengan ayahmu nanti…”kata Grace.
        Masih terpikirkan olehku mengapa hantu gadis kecil itu menampakkan dirinya padaku.Apa mungkin ini suatu pertanda akan terjadi perubahan dalam hidupku ini.Grace apa benar dia akan berbicara dengan ayahku tentang hantu itu.Sementara Mei berpikir ternyata benar Grace menemui ayahnya.”Tuan…..bolehkah aku masuk?!”tanya Grace dengan halus,,,”Masuklah dan katakanlah apa yang ingin engkau katakan……”jawab Paul,,”Tuan tadi aku bertemu Mei di depan rumah dia bilang dia melihat hantu gadis kecil dikolam kebun bunga..”Gawat ini pertanda buruk,,kelihatannya aka nada yang mengusik hidup kita Grace….akan ada yang mencoba mengganggu Mei dan mencoba membuka mantra-mantraku yang menyelubungi bagian-bagian peristiwa dari hari-hari di rumah ini,,”Bearti Mei dalam keadaan bahaya Tuan??,,”Kau benar…..aku harap kau dapat menjaganya,,jangan biarkan dia keluar rumah sendiri…”Baik Tuan,,,,,”kata Grace mengakhiri pembicaraan itu.
        Dikamarnya yang sunyi dan kotor Mei masih terusik dengan pikirannya akan hantu gadis kecil itu.”Mei……….”kata Grace,,”Ya….”Jawabku”,,,Ada yang ingin ku bicarakan denganmu,,”Apa?,,”Kata ayahmu mulai sekarang kau tak boleh keluar rumah sendiri,,kau dalam bahaya Mei,,,,!!Ku harap kau lebih berhati-hati lagi sekarang,,”Ya…..aku paham,,ayah tidak mau aku celaka karna itu dia selalu mengurung ku dirumah tua yang usang ini,.,,aku juga tahu ayah menyembunyikan sesuatu dariku,,,benarkan Grace??,,”Tidak Mei ayahmu hanya ingin kau selamat,,sekarang tidurlah”kata Grace sambil berlalu pergi.
        Terlelap aku dalam kegelapan malam.Bayang-bayang hantu gadis kecil itu masih berkelebat dalam pikiran Mei.. “Mei…….bantu aku,,,bantu aku bebas dari dunia yang gelap ini,,aku tahu kau pun ingin bebas dan merasakan keramahan hangatnya matahari,,jadi bantulah aku,,,aku juga akan membantumu…kau tahu Mei ayahmu memantrai rumah ini,,,kita semua terjebak disini,,,aku,,kau,,arwah ibumu juga,,,,kita semua terjebak dalam hari yang sama selama ini,,..itulah sebabnya kau tidak pernah bias meraih semua impianmu,,,pernikahan mu bersam Georgeo yang batal,,keinginan mu untuk menjadi dokter pun tak tercapai,,,itu juga yang menyebabkanmu mengubur semua rasa sayang dan cinta mu kepada Georgeo,,,Mantra ayahmu lah yang menyebabkannya,,,kau dan aku bahkan semuanya bisa  bebas jika kau bisa mengambil peta kehidupan ini dari ayahmu,,,”bisikan suara hantu gadis kecil itu terdengar dalam tidur malam Mei..
***
2
MY MEMORIES WITH GEORGEO
        Diruang makan saat makan malam bersama ayah dan Grace aku teringat akan buku diari ku yang didalamnya berisi semua kenangan indah ku bersama Georgeo.Setelah makan malam usai aku mulai mencari buku diari itu.Dibawah tempat tidurku buku itu kutemukan,,”Georgeo …..aku menemukan buku ini,,,buku kenangan kita,,,,aku masih ingat Georgeo….saat kau bilang “Hidup takkan berate tanpa cinta,,begitu juga dengan ku yang takkan bisa hidup tanpamu Mei,,,ingatlah bagaimana pun keadaanku,,aku akan tetap mencintai mu walau sampai  ajal menjemputku”…kata-kata itu masih ku ingat dengan baik Georgeo.Buku itu basah karena tetesan air mataku.
        Hari-hari indah bersama Georgeo akan selalu ku ingat,,bahkan hari dimana dia meniggalkan aku selamanya dihari sebelum pernikahan kami.Georgeo meniggal karena kecelakaan saat akan berangkat dari rumahnya menuju tempat resepsi pernikahan dilangsungkan.Dia meniggalkan aku sendiri dlam kehidupanku.Aku tahu dia meniggal bukan karena kecelakaan tapi memang ada yang membunuhnya dan aku merasa itu semua ulah anak buah ayahku.Aku tahu ayah ku tidak setujuh aku menikah dengan Georgeo karena dia bukan orang Cina.”Georgeo aku akan tetap mencintaimu walau ku tahu kau takkan pernah kembali kedalam hidupku”.
        Semua kenangan bersama Georgeo membuat ku lelah harus menangis terus-menerus.Tapi kenangan ini membuatku melupakan semua masalah dan hantu gadis kecil itu.Hidup ini memang kadang tak adil.Semua yang baik belalu dengan begitu cepat sedangkan semua yang buruk berjalan begitu lama.Ku buka halaman terakhir buku diariku dan ku tulis sebuah kalimat untuk Georgeo.”Aku mencintaimu Georgeo”.
                                                ***

3
Musim Dingin di Padang Penyulingan
        Musim dingin ditengah kegundahan akan semua masalah yang terjadi.Hantu itu dan larangan ayah membawaku keambang dilemma.Berjalan-jalan kepadang penyulingan bersama Grace mungkin akan membuat aku menjadi lebih tenang.Keinginan ku untuk melihat matahari kembali memuncak.”Grace kemana matahari pergi,,,apa karna matahari pergi aku tidak bisa meraih semua mimpi-mimpiku??tanya ku dengan pasrah,,”Tidak,,,,Mei….ini semua sudah takdir Tuhan,,”Tapi Grace aku bahkan tidak bisa mengingat semuanya tentang ibu,,sahabatku,,dan apa saja mimpi-mimpiku dulu…aku yakin sesuatu telah terjadi disini,,Apa benar ayah mengurunng kita dalam hari yang sama selama ini,,,”Tidak Mei itu hanya persaanmu saja,,ayahmu itu menginginkan yang terbaik untukmu,,seharusnya kau mengerti”kata Grace.
        Musim dingin ini terasa sangat lama.Dirumah tua yang ku tempati tidak banyak yang terjadi.Aku hanya tidur,makan dan jalan-jalan itu saja.Terjaga aku dari tidurku yang kini menyadarkan ku akan satu hal yang terlupakan.Kini kusadari sahabat terbaikku Mario telah pergi dari kehidupanku.Dia pergi begitu saja karena pengaruh wanita yang dia sayangi.Wanita biadap itu telah merubah sahabat baik ku menjadi seseorang yang berbeda.Dia berubah 180 derajat.Tidak sperti Mario yang dulu.
        Aku ingat saat dipadang penyulingan aku bermain dan piknik bersamanya.Aku juga ingat saat dia mengejekku seperti kuda saat aku mengepang dua rambutku.Tapi kenangan indah bersama Mario berakhir sama sepeti kenangan ku bersama Georgeo.Kenangan indah dipadang penyulingan bersama Mario kini berakhir dingin sedingin musim dingin di padang penyulingan saat ini,.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar